Warta Alamanda

17 10 2008

2 minggu yang lalu, pada tanggal 3 Oktober 2008, sebuah kerangka hamster (walaupun beberapa sumber mengatakan ia mirip battle-droid) tertangkap melakukan pelanggaran di jalanan. Saat ia mengendarai motornya, kerangka yang mengaku sebagai anak Arathorn (siapapun dia…) salah mengambil jalan ke tempat terlarang, yang tidak diberi rambu karena tempat tersebut dijauhi semua orang, karena, konon, tempat itu ada penunggunya yang aktif siang-malam. Karena ia mengambil jalan pintas, ia tidak melihat bahwa jalanan itu tertutup untuk umum, dan menabrak, sehingga sebagian tulangnya jatuh berserakan. Ia ditangkap oleh penunggu tempat tersebut, yang rupanya adalah seorang polisi, karena melanggar 2 aturan: Dilarang melewati tempat tersebut dan Dilarang membuang sampah, terutama tulang, sembarangan. Hari ini ia akan disidang oleh pihak yang berwajib… dan ia divonis bebas, namun salah satu tulang rusuknya harus diambil sebagai denda akibat melanggar aturan.

Sumber: Mata-mata IJSOSFC di Kepolisian

Gosip terbaru: Ternyata….. Salah satu tutor kita…… Suka…… Sama…….
DOSEN!!!!!!

Ga ada yang salah baca, ternyata tutor kita ada aja yang suka ama dosen… Apa kata dunia? Kalo mau tau, gw kasi ciri2nya: Berbadan panjang, dan berbicara dengan kecepatan relativistik (mendekati kecepatan cahaya), dan memiliki nomor atom 23. Sebenernya ni gosip udah ketauan dari IJSO taon lalu, percaya ga…. Dan dosen yang kita maksudkan itu belom pernah ngajar di 45 besar, jadi maklum aja kalo ga kenal ama dosen ini…

Sumber: Perhatikan kata2 yang ditebalkan, kalo ga bisa nebak hubungi call center FPZ-GSM yang jahat

JOIN THE ANTI-HIPPO REVOLUTION!!